NU Tidak Rela Kehilangan NKRI
Nahdlatul Ulama (NU) itu besar pengikut,
pengaruh, dan kontribusinya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Maka, NU tidak akan rela kehilangan NKRI, apalagi kalau disebut-sebut Indonesia
bakal bubar pada 2030.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Tanfidziah
Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abdul Majid saat ditemui
di Sekretariat NU, Jl Veteran 22, Margajaya, Bekasi Selatan, Senin (26/3).
"Na'udzubillah, pesimisme itu sikap
yang tidak disukai Allah. Kita harus berlindung dari-Nya supaya Indonesia
baik-baik saja, bahkan harus lebih kuat. Warga NU, jangan kendor baca sholawat
dan istighotsahnya," ungkap Pemilik Pondok Pesantren Darul Quran, Setu,
Kabupaten Bekasi itu.
Ia menegaskan kepada seluruh kader NU di
Kota Bekasi untuk senantiasa mengadakan pengajian dan pengkajian dalam rangka
menguatkan kepercayaan diri terhadap keberlangsungan hidup berbangsa dan
bernegara.
"Makanya kader NU di mana pun berada, dan khususnya di Kota Bekasi harus solid. Harus
bareng-bareng dan sama-sama berjuang untuk kejayaan NU dan Indonesia,"
katanya.
Kiai asal Cengkareng Jakarta Barat itu
mengungkapkan bahwa sikap pesimis harus dibuang jauh-jauh dari dalam tubuh NU.
Sebagai pemilik aset terbesar negeri, NU memiliki kewajiban untuk menjaganya.
"Kita ini yang punya aset, nah aset
itu harus dijaga. Orang lain mau pesimis, biarin. Kita harus optimis. Aset
jangan sampai hilang apalagi hancur," pungkasnya. (Aru Elgete)
Tidak ada komentar